Dalam studi pertahanan kontemporer, ancaman terhadap negara tidak lagi didominasi oleh agresi militer. Ancaman non-tradisional seperti krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketahanan pangan justru semakin menentukan stabilitas nasional. Kedaulatan negara hampir selalu dipahami dalam bahasa teritorial dan militer. Hal ini diukur melalui batas wilayah, kekuatan militer dan persenjataan, dan stabilitas politik. Namun, krisis lingkungan yang kian sistemik memaksa kita meninjau ulang cara pandang tersebut. Pertanyaan mendasarnya adalah: sejauh mana negara dapat disebut berdaulat jika ia gagal menjaga fondasi ekologis yang menopang kehidupan warganya?


